Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan

Program Jaminan Hari Tua (JHT) adalah program jangka panjang yang diberikan pada saat peserta pensiun, mengalami kecelakaan, dan dapat diwarisi oleh ahli warisnya jika peserta meninggal dunia.

Sistem JHT dapat diikuti oleh penerima upah, pekerja tidak dibayar atau wiraswasta dan pekerja pendatang. Jadi apa tujuannya dan bagaimana cara menghilangkannya?
Syarat Pencabutan JHT BPJS Ketenagakerjaan
Dengan mengacu pada website resmi BPJS Ketenagakerjaan, berikut adalah persyaratan penerbitan JHT BPJS Ketenagakerjaan:
Untuk menerima pembayaran atas permohonan BPJS Ketenagakerjaan atau JHT bagi pegawai yang mengundurkan diri atau PHK, mereka harus menyiapkan dokumen persyaratan sebagai berikut:
– Mitra Kartu BPJS Ketenagakerjaan
– E-KTP
– Surat Tabungan (nomor rekening masih berlaku)
– Kartu Keluarga
– Surat Keterangan Pensiun, Buku Pengalaman Kerja, Perjanjian Kerja, atau Surat Keputusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI)
– NPWP (jika ada)
– Potret diri terbaru (pratinjau)
– Sedangkan bagi peserta yang memasuki usia pensiun, selisihnya adalah pada lampiran surat keterangan pensiun. Selanjutnya, persyaratan klaim JHT sama dengan pekerja yang mengundurkan diri atau di PHK.
– Untuk dikirim secara online, semua dokumen yang dibutuhkan harus berupa file yang di-scan menggunakan scanner (usahakan tidak scan di handphone), dan pastikan semua dokumen lengkap.
– Lebih dari satu dokumen dikompilasi dan pdf diunggah sebelumnya.
Berikut langkah-langkah atau tata cara penarikan BPJS Ketenagakerjaan secara online dari website lapakasik:
1. Kunjungi portal layanan setempat.bpjsketenagakerjaan.go.id
2. Isi data diri yaitu NIK, nama lengkap, dan nomor kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
3. Sistem akan secara otomatis memverifikasi data mengenai kesesuaian klaim.
4. Setelah verifikasi, peserta akan diinstruksikan untuk melengkapi data sesuai dengan instruksi dari portal.
5. Unggah semua dokumen yang diperlukan dan gambar terbaru Anda di depan jenis file JPG / JPEG / PNG / PDF, batas ukuran file adalah 6MB.
6. Saat Anda menerima konfirmasi data pengiriman, klik simpan.
7. Peserta yang lolos akan mendapatkan notifikasi berisi informasi program dan kantor cabang melalui email.
8. Peserta akan dihubungi melalui video call melalui proses wawancara online sesuai jadwal notifikasi (konfigurasi file pertama) untuk verifikasi data.
9. Setelah proses selesai, sisa dana JHT akan ditransfer ke rekening yang terlampir pada formulir.
Cara penarikan JHT BPJS Ketenagakerjaan online atas permintaan JMO:
1. Buka program JMO dan login dengan email dan password yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.
2. Setelah muncul di halaman utama, klik menu “Data Update”;
Kemudian akan muncul data kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, jika semua data sudah siap klik “Sudah”.
3. Selanjutnya peserta akan diminta untuk melakukan verifikasi data peserta.
4. Verifikasi termasuk verifikasi biometrik wajah.
5. Isi detail kontak termasuk nomor ponsel dan alamat email.
6. Masukkan data NPWP dan rekening bank.
7. Isi data manusia dan tambahan serta kontak darurat.
8. Selanjutnya akan ditampilkan data yang disertakan pada saat proses review data.
9. Jika sudah benar, klik “Verify” dan proses update data selesai.
10. Klik menu “Sertifikat Usia”.
11. Kemudian klik “Klaim JHT”
12. Setelah persyaratan klaim JHT terpenuhi, peserta hanya perlu memilih alasan untuk mengajukan klaim.
13. Setelah itu akan muncul data keanggotaan. Jika sesuai, klik “Selanjutnya”.
14. Peserta akan diminta untuk melakukan facelift.
15. Kemudian akan muncul detail saldo JHT dan klik “Next”.
16. Nanti akan muncul sinyal terkait verifikasi klaim JHT.
17. Jika sesuai, klik “Konfirmasi” dan pengajuan klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan selesai.

👉 TRENDING:  Cara Pindah Faskes BPJS